Rabu, 29 Desember 2021

Aswaja NU Center telah menjadi lembaga resmi PBNU

 


Aswaja NU Center menjadi salah satu lembaga baru yang diterima sebagai lembaga resmi PBNU.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat pleno yang dipimpin oleh Andi Najmi selaku Ketua Komisi Organisasi Muktamar ke-34 NU di Provinsi Lampung pada hari, Kamis 23 Desember 2021.


“Aspirasi berikutnya adalah terkait Aswaja NU Center yang ingin masuk menjadi lembaga tersendiri di dalam Nahdlatul Ulama,” kata Andi.


“Ini adalah aspirasi yang harus kami sampaikan dan kami rekomendasikan untuk disampaikan kepada pleno. Jika pleno menyetujui maka aspirasi ini akan masuk di dalam draf perubahan. Konsekuensinya akan mengubah beberapa pasal terkait aspirasi ini,” katanya.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Steering Committee Muktamar NU Prof. Muhammad Nuh menyampaikan, apa yang sudah disampaikan itu nanti akan ditindaklanjuti lebih detil dalam Munas maupun Konbes.


“Tentu, aspirasi-aspirasi itu pada prinsipnya kita terima. Dan pembahasan detailnya akan ditindak lanjuti pada Munas dan Konbes NU,” kata mantan Rektor ITS tersebut yang selanjutnya mengetuk palu tanda pengesahan.


Dengan keputusan pleno ini, Aswaja NU Center yang sebelumnya bersifat sebagai ‘perangkat penunjang program organisasi’ telah resmi menjadi lembaga PBNU.


“Injih (betul), kyai, untuk mengajarkan dan memahamkan khususnya digital native. Aswaja Center jadi garda terdepan,” ujar Prof. M. Nuh dalam pesan pribadinya kepada Ketua Aswaja NU Center PWNU Jatim Kiai Ma’ruf Khozin.


Diawali Sejumlah Tahapan Usaha


Ikhtiar pelembagaan Aswaja NU Center sebelumnya diawali dengan beberapa tahapan. Di antaranya adalah penyelenggaraan Silaturahim Nasional (Silatnas) Aswaja NU Center sebanyak dua kali. Yaitu pada Kamis 12 Maret 2020 dan 15 Novembr 2021.


Agenda pertama dipusatkan di Pesantren Assiddiqiyah II, Batuceper, Tangerang. Sedangkan Silatnas kedua digelar secara daring. Kedua Silatnas ini diikuti oleh para aktifis Aswaja NU Center seluruh Indonesia.


Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur juga memohon kepada komisi organisasi PWNU Jawa Timur untuk memasukkan permohonan ini.  Hasil audiensi yang disampaikan oleh Sekretaris Aswaja NU Center PWNU Jatim Kiai M Zunaidul Muhaimin lalu dibawa oleh KH Soleh Hayat saat perhelatan Muktamar ke-34 NU di Lampung.


Pada pelaksanaan sidang komisi organisasi di Universitas Negeri Lampung (Unila), Kamis (23/12), tampak beberapa aktivis Aswaja NU Center juga mengawal usaha kelembagaan ini, baik ZA Muhaimin, Wakil Ketua Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur Faris Khoirul Anam, dan peneliti Aswaja NU Center Fadil Khozin.


Dihubungi terpisah, ketua Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur Kiai Ma’ruf Khozin menyambut gembira dengan diterimanya Aswaja NU Center sebagai lembaga resmi. Dia juga mengatakan dihubungi oleh ketua Aswaja NU Center PBNU – yang selama ini berada di bawah LD PBNU – KH Misbahul Munir yang membenarkan tentang diterimanya Aswaja NU Center sebagai lembaga resmi.


“Selanjutnya kita menunggu arahan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU. Sementara secara kelembagaan, kita memiliki tugas moral untuk menyusun prospektus Aswaja NU Center, yang berisi informasi mulai A sampai Z lembaga ini, untuk didesiminasi ke wilayah-wilayah NU seluruh Indonesia, sesuai yang telah diletakkan oleh pendiri Aswaja NU Center Jawa Timur KH. Abdurrahman Navis sejak tahun 2011 lalu,” kata Wakil Ketua Aswaja NU Center PWNU Jatim Faris Khoirul Anam.


Dengan resminya Aswaja NU Center menjadi lembaga di PBNU, diharapkan menjadikan semangat dan motivasi bagi para penggerak dan aktifis Aswaja dalam berkhidmat menjaga prinsip dan ajaran Ahlussunah Wal Jama’ah di bumi Nusantara.


Jatman adalah singkatan dari Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabarah An Nahdliyyah merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran Thoriqoh.

HUBUNGI KAMI MELALUI WHATSAPP

Contact Us
JATMAN DKI
+62 812-1255-9877
DKI Jakarta, Indonesia