Rabu, 10 April 2019

Ulama Asal Mesir dan Malaysia Jadi Pembicara di Komisi D

PEKALONGAN – Sidang Komisi D sesi pertama dalam gelaran World Sufi Forum yang bertempat di Gedung Pertemuan Umum Pendopo Kajen Pekalongan, hadir dua ulama dari Luar Negeri menjadi narasumber. Syaikh Samman Hasanain Assamman asal Mesir dan Syaikh Dr. H Jahid bin H. Siddiq Al Khalidi asal Malaysia, Senin (8/4).
Dalam pertemuan itu dibahas Peran Tasawuf dalam Penanggulangan Radikalisme. Syaikh Samman menjelaskan penyebab dan akar radikalisme. “Munculnya radikalisme disebabkan oleh ketidakmampuan memahami Al Quran dan Hadis dengan baik,” ucapnya.
Kedua, mendahulukan pemahaman sendiri dan mengabaikan pemahaman para ulama yang sebenarnya. Ketiga, belajar bukan kepada ahlinya. Keempat, kondisi ekonomi. Kelima akibat pergaulan yang tidak baik dan keenam adanya fanatisme yang berlebihan.
Syaikh Samman melanjutkan, bahwa untuk menanggulanginya maka perlu menghadapinya dengan pemikiran yang shahih dan cara berfikir yang tepat serta berdakwah dengan bijak (hikmah).
Ada beberapa poin yang dicatat dari kedua narasumber oleh Dahrul Muftadin selaku notulen pada malam itu.
Pertama; Menjaga amaliyah tarekat agar sesuai dengan Al Quran dan Hadis.
Kedua; Para sufiyyin (mursyid/muqaddam/murid) memberikan pemikiran-pemikiran untuk menghilangkan radikalisme dan ekstrimisme melalui tazkiyatunnafs melalui bimbingan mursyid yang akan memunculkan akhlak yang baik.
Ketiga; Tidak mempertentangkan antara cinta agama dan cinta tanah air. Keduanya satu kesatuan, mencintai negara bagian tidak terpisahkan dari agama. Mencintai negara adalah meneladani Nabi Muhammad. Negara adalah tempat menumbuhkan iman dan taqwa. (eep)

Jatman adalah singkatan dari Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabarah An Nahdliyyah merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran Thoriqoh.

HUBUNGI KAMI MELALUI WHATSAPP

Contact Us
JATMAN DKI
+62 823-3471-2788
DKI Jakarta, Indonesia