Minggu, 05 Agustus 2018

Saatnya, Merdeka dari Penghambaan kepada Selain Allah

Puncak Haul Akbar Qutbhul Aqthab Wa Kahfu Amnith Thullab, Al-Imam As-Sayyid Syekh Abu Al Hasan Ali Asy-Syadzili QS Ke-783, berlangsung di Zawiyah Ar Raudhah, Jl. Tebet VIII, No.50, Jakarta Selatan, Ahad (22/07). KH Muhammad Danial Nafis, Syekh Thariqoh Syadziliyah Qodiriyah, kepada Majalah Mutiara mengatakan, Pihaknya mengundang beberapa tokoh-tokoh untuk menghadiri acara ini, diantaranya Syekh Muhammad Fathurahman, Maulana Syekh As-Sayyid Zakaria Ahmad Altaleb Al-Huseini (Asy-Syami Al Makki), Maulana Habib Ali bin Abdurahman Assegaf, Maulana Syekh As-Syarif Dr. Abdul Muniem bin Abdul Aziz bin Shiddiq Al-Ghumari Al-Hasani (Maroko), Maulana Syekh Al Habib Luthfi bin Yahya, Syekh Rohimudin Nawawi al-Bantani.

Menurutnya, Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili seorang yang besar pada zamannya. Beliau memiliki jamaah thoriqoh yang besar, dan salah satunya jamaahnya, Zawiyah Ar Raudhah. "Jadi mengenang para shalihin itu, adalah karena ingin memperoleh cahaya dari Allah SWT karena beliau adalah kekasih-Nya, itu niatan yang pertama," jelasnya.
Kedua, masih kata Kiai Nafis, untuk menggerakan tarekat-tarekat sufiyyah khususnya di kota Jakarta. Tarekat jarang sekali mengadakan sebuah event besar kecuali, Idrisiyyah. JATMAN (Jamaah Ahlu Thoriqoh Mutabaroh an Nahdliyyah) berusaha menyemarakkan itu,
Ketiga, kami ingin mendoakan bangsa dan negara, makanya tadi membaca Hizbul Bahr yang merupakan wasiat dari imam Asy Syadzili. Prinsip itu digunakan untuk doa, menjaga kehidupan di dunia selamat di akhirat, dan juga bagi bangsa dan negara.

Baginya pertemuan ulama itu bagus karena al ulama warisatul anbiya. Perumpamaannya, seperti sebuah keluarga dengan lima anak, satu rumah untuk berlima. "Makanya, al-ulama warisatul anbiya itu bagian dari bagian," jelasnya.
Selain itu, masih kata Kiai Nafis yang juga menjabat Mudir Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta ini, dari sisi persatuan adanya ulama berkumpul di berbagai tempat, itu bagus. Kalau pun melihat di sini ada pertemuan, terus di sana ada pertemuan jangan dilihat dulu sebagai perbedaan tapi lihat sebagai khazanah. Karena dalam hadits rasulullah saw, ikhtilaf 'alal ulama'i ummati rohmah, "Tekanannya bukan ummati lo tapi ada ulamanya, Perbedaan atas ulama umat-Ku rahmat."
Kalau melihat sejarah tarekat di dunia maupun di Indonesia, seluruh tarekat berbasis haraki pergerakan. Gerakan batin spiritual yang akhirnya menjadi pergerakan siyasah politik. Bukankah Sejarah Tarekat Sanusiyyah (Idrisiyyah) ada pelopornya, Umar Mukhtar melawan penjajah Italia.

"Asal yang ikhtilaf itu ulama, kalau umat itu repot, tapi kalau ulama yang betul warasatul ulama itu bagus, menunjukan sayariat rasulullah saw, seperti lautan tidak bertepi," terangnya.
Berkenaan Agustus bulan kemerdekaan, bagi seorang tarekat makna hakiki dari kemerdekaan itu sebagaimana tujuan sebagai salik. Seorang salik itu akan benar-benar menjadi seorang hamba, itu bisa memerdekakan hawa nafsu, jadi sebenarnya kemerdekaan itu dari ahli tarekat,
Bukan hanya penjajahan yang sifatnya fisik, tapi penjajahan nafsu. Jadi, kemerdekaan  Republik Indonesia bagi ahli tarekat adalah sebagai cerminan bahwa sudah saatnya salik itu memerdekakan dirinya dari hawa nafsu dari cinta dunia menjadi hamba yang betul merdeka hakiki, merdeka sebebas-bebasnya dari kecintaan selain kepada Allah SWT.

Tarekat tidak pernah menjadi penonton, sebagai penggerak spiritual. Jangan politik secara praktis kaya partai, tapi dia menggerakan. Sebenarnya yang menggerakan itu dari hati, yang memainkan hati itu ahli dzikr. Dia ahli dzikr mampu menggerakan energi positif. Persoalannya politik di Indonesia hari ini kacau balau. Jadinya bagi ahli tarekat kurang sukses, melakukan pemerdekaan terhadap jiwa-jiwa yang tersesat, maksudnya jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan.

Ini PR besar bagi ahli tarekat. kalau batiniyahnya sehat maka sehat semua, kalau rusak hati rusak semua, yang memelihara hati siapa? Tentu Ahli zikir, ahli tarekat  yakni sufi.

Jatman adalah singkatan dari Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabarah An Nahdliyyah merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran Thoriqoh.

HUBUNGI KAMI MELALUI WHATSAPP

Contact Us
JATMAN DKI
+62 823-3471-2788
DKI Jakarta, Indonesia