JAM'IYYAH AHLITH THORIQOH AL-MU'TABAROH AN-NAHDLIYYAH

IDAROH WUSTHO

image
Tentang,

SEJARAH SINGKAT JATMAN

Jami’iyyah Ahlith-Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdliyyiah, disingkat menjadi (JATMAN), merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran Thoriqoh Al Mu’tabarah, yang menjadi Badan Otonom Organisasi Nahdlatul Ulama dan merupakan salah satu pilar dari ajaran Islam ala Ahlussunnah Wal Jamaah yang telah dirintis dan dikembangkan oleh para salafusshalihin yang bersumber dari Rasulullah SAW, Malaikat Jibril AS dan petunjuk Allah SWT dengan sanad yang muttasil. Jatman secara khusus bertugas mengawasi thariqoh-thariqoh mu’tabaroh yang berkembang di Indonesia.

JATMAN berazaskan Islam Ala Ahlussunnah wal Jama’ah dengan menganut salah satu dari madzhab 4 : Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali dalam Fiqih, menganut ajaran Al Asy’ariyyah dan Maturidiyah dalam bidang aqidah dan menganut faham Al Khusyairi, Hasan Al Basri, Juned Al Baghdadi dan Al Ghazali dan sesamanya dalam bidang Tasawuf/Thoriqoh.

JATMAN merupakan salah satu Badan Otonom (BANOM) Nahdlatul Ulama diantara 12 Banom lainnya, yang berfungsi melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama pada pengikut Thariqah yang Mu’tabarah di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Nahdlatul Ulama mempunyai 3 (tiga) perangkat organisasi yaitu Lembaga, Lajnah dan Badan otonom. Masing-masing perangkat organisasi mempunyai beberapa organiasi. Lembaga membidangi 16 organisasi, Lajnah membidangi 2 organisasi dan Banom membidangi 12 organisasi.

JATMAN didirikan pada tanggal 20 Robi’ul Awal 1377 H, bertepatan dengan tanggal 10 Oktober 1957 M, di Ponpes Tegalrejo Magelang, Jawa Timur, dan disahkan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama XXVI di Semarang, bulan Rajab 1399 H, bertepatan dengan bulan Juni 1979 M, sebagai Badan Otonom Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, dengan Surat Keputusan PBNU Nomor : 137/Syur.PB/V/1980.

SUSUNAN PENGURUS JATMAN DKI JAKARTA

Masa Hitmah 2017-2022



VISI DAN MISI

(Vision And Mission)

Visi Jatman adalah:

Berkumpulnya Pengamal Thariqah berhaluan Ahlusunnah wal Jamaah dengan menganut salah satu dari 4 madzab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali) dalam bidang Fiqih dan menganut ajaran Asy’ariyah dalam bidang Aqidah.



Misi Jatman adalah:

1. Membentuk manusia seutuhnya lahir dan batin yang dapat mengembangkan serta merasa dilihat oleh Allah atas dirinya sehingga memiliki rasa al-Khauf; ar-Raja; as-Shidiq, al-Mahabbah, al-Wara’; az-Zuhud, as-Syukur, as- Shabar, al-Khaya’ dan al-Khusu’ (tidak semata-mata bentuk amaliah bacaan atau dzikir untuk mencari pahala).

2. Mengucapkan berlakunya syariat Islam ala Ahlussunah wal Jamaah secara konsisten dalam bidang Syariah, Thariqah, Hakikat dan Ma’rifat.

3. Menyebar luaskan dan mengembangkan ajaran Thariqah al-Mu’tabarah al-Nadhliyah melalui kegiatan khususiyah, thariqiyah/tawajjuhan

4. Meningkatkan, mengembangkan, mempercepat, mempergiat dan memelihara ukhuwah Thariqiyah Nahdliyah sesame pengamal tarekat melalui sikap taysamuh antara aliran tarekat.

5. Meningkatkan ilmu nafi’ dana mal saleh dohir dan batin menurut ukama’ shalihin dengan bai’at yang shahih.

Kegiatan

(Poster Kegiatan)


Girl in a jacket Girl in a jacket

JARINGAN JATMAN DKI JAKARTA

TQN INDRAMAYU
TQN INDRAMAYU

KAPUK CENGKARENG JAKARTA BARAT

Girl in a jacket
ZAWIYAH ARRAUDHAH

Jl. Tebet Barat VIII No. 50 Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Girl in a jacket
Naqshbandiyya Nazimiyya

Jalan Warung Jati Barat No.9C RT.012/09 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan 12740

Girl in a jacket
Naqsyabandie Generation

Girl in a jacket
Pesantren Akmaliah Salafiyah

Jl. Akmaliah No.9, RT.6/RW.2, Klp. Dua Wetan, Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13730

Girl in a jacket
Tarekat Syadziliyah Darqawiyyah

Berita Kegiatan JatmanDKI

Syeikh Muhammad Fadhil Al-Jilani Safari Dakwah - Malaysia


Sekitar 1000 Jamaah mengikuti 'Majlis Nurul Anwar' di rumah daripada Dato Seri Anwar Ibrahim.
Pada hari Ahad petang 22 September 2019 Mawlana Syeikh Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani didampingi oleh Al Ustadz Muhammad Danial Nafis (Mudir Aam Markaz Al-Jilani Asia Tenggara) menghadiri undangan daripada Dato Seri Anwar Ibrahim untuk mengisi tausiyah serta memimpin dzikir dan doa selamat yang diadakan di rumah pribadi beliau.

Majlis dzikir yang dinamai “Majlis Nurul Anwar” ini diadakan setiap Ahad ba’da Ashar dikediaman Dato Seri Anwar Ibrahim. Biasanya diisi dengan tausiyah serta pembacaan Hizib Bahr serta Sholawat Nuril Anwar secara berjamaah dengan sanad emas yang tersambung kepada Masyaikh Qadiriyah dan Syadziliyah.

Pada hari ini acara majlis Nurul Anwar menjadi spesial karena kedatangan Mawlana Syeikh Fadhil al-Jilani al-Hasani. Tidak kurang dari 1.000 jamaah yang hadir mengikuti acara ini. Mawlana Syeikh menyampaikan tausiyah dan dilanjutkan dengan memimpin dzikir dan sholawat berjamaah.

Mawlana Syeikh Fadhil juga memberikan hadiah kitab-kitab karya Sidi Syeikh Abdul Qadir al-Jilani kepada Dato Seri Anwar Ibrahim dengan harapan agar Dato Seri dapat memetik manfaat dari ajaran Sidi Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam lingkup pribadi dan kepemimpinannya kelak serta disebarkan keseluruh semenanjung Malaysia.

Ketua MATAN Jember Terpilih Jadi Pimpinan KPK



JAKARTA – Jum’at (13/9) dini hari tadi di DPR, Ketua PC MATAN Jember, Dr. Nurul Ghufron terpilih sebagai pimpinan KPK periode baru yakni 2019 – 2023. Ghufron mendapat 51 suara anggota Dewan Komisi III DPR RI.

Perolehan suara Ghufron menyingkirkan nama-nama seperti Roby Arya Brata (Asisten Deputi Bidang Ekonomi Makro, Penanaman Modal, dan Badan Usaha pada Kedeputian Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet ), Johanis Tanak (Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung), Luthfi Jayadi Kurniawan (Dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang), Sigit Danang Joyo (Kepala Sub Direktorat Bantuan Hukum Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan), dan I Nyoman Wara (Auditor utama investigasi Badan Pemeriksa Keuangan).

Sebelumnya, Komisi III DPR telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap 10 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK). Lima capim KPK diuji pada Rabu (11/9) kemarin, dan lima sisanya dilakukan Kamis (12/9).

Berikut ini hasil voting di Komisi III DPR:
– Alexander Marwata 53 suara
– Firli Bahuri 56 suara
– Johanis Tanak 0 suara
– Luthfi Jayadi Kurniawan 7 suara
– Roby Arya Brata 0 suara
– Lili Pintauli Siregar 44 suara
– Nurul Ghufron 51 suara
– Sigit Danang Joyo 19 suara
– Nawawi Pomolango 50 suara
– I Nyoman Wara 0 suara

“Dengan ini, terjaring lima, Nawawi, Lili Pintauli, Nurul Ghufron, Alexander Marwata, dan Firli Bahuri,” ucap Ketua Komisi III DPR yang memimpin rapat, Azis Syamsuddin, Jumat (13/9).

Sumber: https://jatman.or.id/ketua-matan-jember-terpilih-jadi-pimpinan-kpk/
===================================================================

Nurul Ghufron, Pimpinan KPK yang Ahli Tirakat
( Testimoni Teman Kuliah)

Ada sahabat dan kader Nurul Ghufron saat mahasiswa di Unej Jembar. Dia mengirim testimoni ke redaksi Mata Madura, Jumat pagi (13/9/2019).

Firman Syah Ali, mantan aktivis PMII Jember yang kini menjabat Bendahara Umum IKA PMII Jatim bercerita jejak aktivis Dr Nurul Ghufron saat menjadi mahasiswa.

Menurut Firman Syah Ali, Nurul Ghufron adalah sosok ahli tirakat yang sangat kuat melakukan banyak wiridan jika diberi amalan dari seorang Kiai.

“Saya adalah kader Mas Ghufron. Karena beliau yang merekrut saya masuk PMII. Kemudian saya tinggal di sekretariat PMII, bersama beliau. Jadi saya tahu persis keseharian beliau,” cerita Firman, yang saat ini viral sebagai Bakal Calon Walikota Surabaya.

Kata Firman, saat Ghufron menjadi Ketua Rayon PMII di Fakultas Hukum Unej, gerakan ritual keislaman sangat kental. Semua tradisi NU, seperti yasinan, tahlilan, wiridan dll, dibumikan dalam aktivitas ke-PMII-an oleh Ghufron.

“Saya menjabat Ketua Rayon PMII di Fakultas Hukum Unej setelah mas Ghufron. Di era kepemimpinan saya, saat para kader yasinan dan tahlilan, saya ajak demo melawan rezim Orde Baru. Sehingga aspek ritual sedikit berkurang. Namun tetap dipelihara dengan baik,” tulis keponakan Mahfudz MD ini,  via WhatsApp ke Mata Madura.

Firman mengakui jika seniornya, Nurul Ghufron-memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Termasuk, kecerdasan intelektual. “Kelebihan Mas Ghufron akan terasa jika kita berbincang-bincang langsung dengannya,” terang Firman.

Firman berharap, putra Sumenep ini bisa mengemban amanah. Dan diberi kekuatan oleh Allah Swt dalam menjalankan tugas-tugas negara.

“Mas Ghufron itu sangat kuat tirakatnya. Semoga beliau diberi kekuatan, keselamatan dan kesehatan selama memimpin KPK. Selamat dan Sukses Mas Ghufron. Maju terus pantang mundur melawan para pengkhianat bangsa dan penjahat negara, Allahu Akbar,” harapnya.

Sumber: http://matamaduranews.com/nurul-ghufron-capim-kpk-yang-ahli-tirakat-testimoni-teman-kuliah/

Undangan Umum Ijazah Musalsal Hadist Bil Yaumil Asyura’


Assalamulaykum Wr Wb.

Ijazah Musalsal Hadist Bil Yaumil Asyura’ dan Buka Bersama / Ifthar Jama’i

Besok Selasa, 10 September 2019/ 10 Muharam 1441 H
pkl 17.00 WIB, @Zawiyah Arraudhah.

bersama :
KH Ahmad Marwazie Bin Shidiq Al Batawi Al Makki Hafidzahu Allah
Akhina Karem Muhammad Danial Nafis Hafidzahu Allah

Salam


Ijazah Hadist Musalsal


Ijazah Hadist Musalsal oleh KH. Ahmad Marwazie

KH. Ahmad Marwazie memberikan ijazah Hadist Musalsal kepada seluruh ikhwah Zawiyah Arraudhah yang hadir dalam acara Haul Ke-30 Waliyu Sholih Musnidul Al Ashr Syekh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa Al-Fadani Al-Makki RA, yang wafat pada 28 Dzulhijjah 1440 Hijriah yang digelar di Ma’had Zawiyah Arraudhah, Tebet, Jakarta Selatan, Jum’at (30/8/2019).
KH. Ahmad Marwazie adalah merupakan salah seorang murid dari Syekh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa Al-Fadani Al-Makki RA, yang saat ini aktif mengajar dalam Kajian Ahad di Ma’had Zawiyah Arraudhah mengkaji Kitab Jami’ Tirmidzie.
Acara haul ke-30 Syeikh Muhammad Yasin dihadiri oleh anak, cucu dan muridnya yakni, KH. Ahmad Marwazie, serta ratusan ikhwah dan santri Ma’had Zawiyah Arraudhah.
Selain itu, dalam kesempatan ini juga turut berkhidmat Mudir Idarah Wustha JATMAN DKI, KH. Muhammad Danial Nafis, M.Sc yang didampingi sejumlah masyaikh lainnya.

Halal Bi Halal dan Doa Bersama Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta

Idarah Wustha Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) DKI Jakarta menggelar Halal Bi Halal dan Doa Bersama di Ma’had Zawiyah Arraudhah, di Jalan Tebet Barat VIII, Jakarta Selatan, Minggu 30 Juni 2019.

Acara dihadiri oleh ikhwah thariqah serta seluruh santri Ma’had Zawiyah Arraudhah. Halal Bi Halal dan Doa Bersama Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta yang kali pertama digelar dikawasan Tebet, Jakarta Selatan menjadi lebih menarik dan lebih membuka wawasan para ikhwah tariqhah. Pasalnya, acara ini dihadiri oleh sejumlah muqqadam dari berbagai thariqah di Indonesia, serta secara khusus dihadiri oleh Mudir Aam JATMAN, KH. Wahfiudin Sakam Bahrum, Mudir Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta KH. Muhammad Danial Nafis dan Mursyid Syadziliyah Darqawiyah, Syaikh Husein Assadzily Addarqawi serta para Masyayikh dan Mursyid serta Muqaddam Thariqah lainnya.


Zawiyah Arraudhah Terbitkan Buku Kenapa Kita Harus Berthariqah


JAKARTA – Dalam acara Halalbihalal Mudir Idarah Wustha JATMAN DKI, KH. M. Danial Nafis, M.Sc menyampaikan bahwa Allah suka terhadap hamba-hamba-Nya yang bersilaturahim dan menumbuhkan kasih sayang.

“Saya selaku Mudir mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak ibu sekalian para pengurus JATMAN Idarah Wustha,” ucap Kiai yang kerap mengundang masyayikh dari mancanegara pada Ahad (30/6).

Ia juga menyampaikan bahwa ahlutthariqah tidak sepatutnya ikut untuk membid’ahkan saudara sendiri.
“Hari ini Zawiyah Arraudhah mengeluarkan buku baru, kenapa kita harus berthariqah. Ini adalah terjemahan dari kitab Husnut thalattuf fi bayani wujubi sulukit tasawuf karya Sayyid Abdullah bin Muhammad Shiddiq Al Ghumari,” kata Khadim Zawiyah Arraudhah tersebut.

Ia melanjutkan, InsyaAllah dengan kitab ini bisa membangun argumentasi bahwasannya ahlit thariqah itu bukan ahlul bid’ah. Khadim Zawiyah Arraudhah juga menekankan bahwa selama ahlul Qiblah maka mereka saudara. Kita bukan ahlul bid’ah dan membid’ahkan. Kita menjawab saudara kita dengan argumentasi intelektual. Sebab para masyayikh kita ahli ilmu. Pengasuh Ma’had Arraudhah juga mencontohkan Sayyid Abdullah bin Muhammad Shiddiq Al Ghumari menguasai 13 cabang ilmu.


“Ahluth thariqah itu wajib berilmu,” tegas Mudir JATMAN DKI Jakarta.

Segala sesuatu itu harus dengan ilmu, sanad itu bagian dari agama. Baik sanad thariqah, sanad ilmu dan lain sebagainya. Kiai Nafis juga menyampaikan tiga prinsip ahlut thariqah, yaitu memenuhi aktifitas dengan kapasitas ilmu, dzikir dan khidmat.

“Semoga kita bisa memberikan kualitas yang lebih baik khususnya bagi ahlith thariqah,” pungkasnya. (eep)


HUBUNGI KAMI MELALUI WHATSAPP

Contact Us
JATMAN DKI
+62 823-3471-2788
DKI Jakarta, Indonesia