JAM'IYYAH AHLITH THORIQOH AL-MU'TABAROH AN-NAHDLIYYAH

IDAROH WUSTHO

image
Tentang,

SEJARAH SINGKAT JATMAN

Jami’iyyah Ahlith-Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdliyyiah, disingkat menjadi (JATMAN), merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran Thoriqoh Al Mu’tabarah, yang menjadi Badan Otonom Organisasi Nahdlatul Ulama dan merupakan salah satu pilar dari ajaran Islam ala Ahlussunnah Wal Jamaah yang telah dirintis dan dikembangkan oleh para salafusshalihin yang bersumber dari Rasulullah SAW, Malaikat Jibril AS dan petunjuk Allah SWT dengan sanad yang muttasil. Jatman secara khusus bertugas mengawasi thariqoh-thariqoh mu’tabaroh yang berkembang di Indonesia.

JATMAN berazaskan Islam Ala Ahlussunnah wal Jama’ah dengan menganut salah satu dari madzhab 4 : Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali dalam Fiqih, menganut ajaran Al Asy’ariyyah dan Maturidiyah dalam bidang aqidah dan menganut faham Al Khusyairi, Hasan Al Basri, Juned Al Baghdadi dan Al Ghazali dan sesamanya dalam bidang Tasawuf/Thoriqoh.

JATMAN merupakan salah satu Badan Otonom (BANOM) Nahdlatul Ulama diantara 12 Banom lainnya, yang berfungsi melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama pada pengikut Thariqah yang Mu’tabarah di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Nahdlatul Ulama mempunyai 3 (tiga) perangkat organisasi yaitu Lembaga, Lajnah dan Badan otonom. Masing-masing perangkat organisasi mempunyai beberapa organiasi. Lembaga membidangi 16 organisasi, Lajnah membidangi 2 organisasi dan Banom membidangi 12 organisasi.

JATMAN didirikan pada tanggal 20 Robi’ul Awal 1377 H, bertepatan dengan tanggal 10 Oktober 1957 M, di Ponpes Tegalrejo Magelang, Jawa Timur, dan disahkan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama XXVI di Semarang, bulan Rajab 1399 H, bertepatan dengan bulan Juni 1979 M, sebagai Badan Otonom Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, dengan Surat Keputusan PBNU Nomor : 137/Syur.PB/V/1980.

SUSUNAN PENGURUS JATMAN DKI JAKARTA

Masa Hitmah 2017-2022



VISI DAN MISI

(Vision And Mission)

Visi Jatman adalah:

Berkumpulnya Pengamal Thariqah berhaluan Ahlusunnah wal Jamaah dengan menganut salah satu dari 4 madzab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali) dalam bidang Fiqih dan menganut ajaran Asy’ariyah dalam bidang Aqidah.



Misi Jatman adalah:

1. Membentuk manusia seutuhnya lahir dan batin yang dapat mengembangkan serta merasa dilihat oleh Allah atas dirinya sehingga memiliki rasa al-Khauf; ar-Raja; as-Shidiq, al-Mahabbah, al-Wara’; az-Zuhud, as-Syukur, as- Shabar, al-Khaya’ dan al-Khusu’ (tidak semata-mata bentuk amaliah bacaan atau dzikir untuk mencari pahala).

2. Mengucapkan berlakunya syariat Islam ala Ahlussunah wal Jamaah secara konsisten dalam bidang Syariah, Thariqah, Hakikat dan Ma’rifat.

3. Menyebar luaskan dan mengembangkan ajaran Thariqah al-Mu’tabarah al-Nadhliyah melalui kegiatan khususiyah, thariqiyah/tawajjuhan

4. Meningkatkan, mengembangkan, mempercepat, mempergiat dan memelihara ukhuwah Thariqiyah Nahdliyah sesame pengamal tarekat melalui sikap taysamuh antara aliran tarekat.

5. Meningkatkan ilmu nafi’ dana mal saleh dohir dan batin menurut ukama’ shalihin dengan bai’at yang shahih.

Kegiatan

(Poster Kegiatan)


Girl in a jacket Girl in a jacket

JARINGAN JATMAN DKI JAKARTA

TQN INDRAMAYU
TQN INDRAMAYU

KAPUK CENGKARENG JAKARTA BARAT

Girl in a jacket
ZAWIYAH ARRAUDHAH

Jl. Tebet Barat VIII No. 50 Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Girl in a jacket
Naqshbandiyya Nazimiyya

Jalan Warung Jati Barat No.9C RT.012/09 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan 12740

Girl in a jacket
Naqsyabandie Generation

Girl in a jacket
Pesantren Akmaliah Salafiyah

Jl. Akmaliah No.9, RT.6/RW.2, Klp. Dua Wetan, Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13730

Girl in a jacket
Tarekat Syadziliyah Darqawiyyah

Berita Kegiatan JatmanDKI

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H


Khataman Kitab Arba'īn Azīziyyah

#KajianOnline #NgajiFromHome

📖 Khataman Kitab:
Arba'īn Azīziyyah
karya: Sayyid Abdul Aziz bin Shiddiq Alghumari rh.

👳🏻‍♂️ Bersama:
Sayyid Dr. Abdul Mon'iem bin Abdul Aziz Alghumari 
Putra Penulis dan Mursyid Thariqah Shiddiqiyah Darqawiyah Syadziliyah

🗓️ SABTU, 9 Mei 2020/ 17 Ramadhan 1441 H

Pukul 20.30 WIB

📹 LIVE dari Tangier, Maroko
Zoom Clouds Meetings

📄 Pendaftaran
bit.ly/40aziziyah

💳 Infak Perjuangan
Rp. 100.000,-

📱 Informasi
0877-8805-8845

Ma'had Raudhatul Ihsan wa Zawiyah Qodiriyah Syadziliyah
Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Like & Follow Us!
Facebook: Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation
Instagram: zawiyah.arraudhah
Twitter: @zawiyarraudhah
Klik: www.zawiyah-arraudhah.com
#ZawiyahArraudhah

Kajian Kitab al Ghunyah


#KajianOnline
#SpesialRamadhan

Markaz Al-Jilani Asia Tenggara Present:

📖 Kajian Kitab
"al Ghunyah"
Karya Sulthanul Auliya Sayyid Syeikh Abdul Qodir al-Jailani ra.

👳🏻‍♂ Bersama
Maulana Syekh As-Sayyid Asy-Syarif Prof. DR. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani Al-Husaini Hafidzahullah

👨🏻‍💻 Penerjemah
Al Ustadz Ali Syahbana, Lc., MA.

🗓 Setiap SABTU Selama Ramadhan 1441 H
MULAI Sabtu, 2 Mei 2020/ 9 Ramadhan 1441 H

⌚ Waktu
Pukul 20.30 WIB

🎥 LIVE
Zoom Clouds Meetings

📃 Pendaftaran
https://bit.ly/aljilani

💳 Infaq Perjuangan
Rp. 100.000,-

📱 Informasi
0877-8805-8845

Markaz Al Jilani Asia Tenggara
Zawiyah Arraudhah Ihsan Fondation
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Like & Follow Us!
Facebook: Markaz Al Jilani
Instagram: markazaljilani
Youtube Channel: zawiyah Arraudhah Official
Klik: www.markazaljilani.com

#MarkazAlJilani
#ZawiyahArraudhah
#NgajiFromHome

Resume Kajian Dhuha – Kitab Arbain Nawawi – Hadits Ke-17


#ResumeKajianDhuha #ArbaiinNawawi
 🥀 [ HADITS KETUJUH BELAS ] 🥀
 (Berlaku Ihsan Dalam Segala Hal)

Matan Hadits

عنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّاد ابْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ . [رواه مسلم]

Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiyallahu’anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ihsan (berbuat baik) terhadap segala sesuatu. Karena itu, jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik, jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya salah seorang dari kalian menajamkan goloknya dan menenangkan sembelihannya.” (HR. Imam Muslim)


Keutamaan Perawi
Abu Ya'la dan ayahnya , keduany adalah sahabat dari golongan Anshor. Tidak banyak meriwayatkan hadits, ± 50an hadits, namun beliau sangat terkenal karena meriwayatkan sayyidul istighfar dalam Shahih Bukhori.
Beliau hijrah dari Madinah ke Baitul Maqdis. Diantara keutamaan sahabat Abu Ya'la ra, beliau adalah seorang yang Zuhud, jika bangun malam dilanjut sampai subuh dan merupakan seorang sahabat yang faqih. menjadi salah satu referensi atau rujukan para sahabat dalam masalah hukum.

Abu Ya'la ra. pernah berkata "hanya orang-orang baik yang menjadi ahli surga. Kemunafikan, kemusyrikan dan kefasikkan adalah sifat ahli neraka. Dan orang-orang yang mencintai dunia adalah termasuk orang yang fasik."

🥀

Faedah, Tanbih dan Hikmah Hadits

Ihsan disini berarti kebaikan amaliyah dhohir maupun batin. Kita tidak diperbolehkan 100% membenarkan agama samawi yang lain, harus ada batas koridor. Bahkan dulu sahabat pernah membaca kitab taurat dan Injil, lantas Rasulullah saw memarahinya. Jika memang ada perintah untuk merayakan peringatan agama lain, tentu Rasulullah saw dan sahabat pasti akan mencontohkannya. Karena tidak ada agama yang benar disisi Allah lebih detail selain Islam.

Berbuat baik (Ihsan) kepada semua mahluk. Dalam shalat, sebelum kita mengucap syahadat, kita mengucapkan assalaamu 'alainaa wa'alaa' ibaadillahis shoolihiin. tidak hanya berhenti disitu, di akhir shalat tapi kita juga melakukan salam. Saat salam niatkan untuk mendoakan seluruh makhluk-Nya. "Semoga keselamatan untuk seluruh mahluk di penjuru kanan dan kiriku". Al Ihsan maksudnya adalah Husnul khuluq atau sopan santun. Islam berkembang di Indonesia karena percontohan akhlak, uswah dan qudwah.


Kita harus sering merefleksikan diri, kenapa kita kurang bermanfaat untuk orang lain, kenapa wirid kita masih belum meresap kedalam hati. Perlu diintrospeksi. Merupakan sebuah penyakit ketika kita merasa sudah bermanfaat padahal belum melakukan apa-apa. Penyakit juga saat kita tidak tergerak untuk berkhidmah untuk ilmu dan untuk guru. Ingat,

العلم بالتعلم والنفع بالرضى و البركة بالخدمة

Ilmu dapat diraih dengan belajar. Kemanfaatan dapat diraih dengan ridha guru, dan barokah dapat diraih dengan khidmah (mengabdi pada guru).


Eksekusi mati yang utama dengan langsung tebas kepala, tidak diperkenankan untuk menggantung, setrum, mutilasi, membakar atau hal lain karena menyiksa. Rasulullah saw pernah menegur sahabat yang menarik telinga kambing, dan memintanya menarik lehernya saja, karena hal tersebut menyiksa. Lantas bagaimana dengan perlakuan kita terhadap manusia.

Diantara Sunnah-Sunnah menyembelih Hewan
1. Jangan sampai diketahui teman hewannya yang lain.
2. Tajamkan pisau.
3. Buat hewan yang akan disembelih menjadi tenang dan nyaman, dengan membaringkannya di tempat halus dan memberinya makan minum terlebih dahulu. Hewan saja dibuat nyaman, apakabar begal yang membunuh orang dengan semena-mena.


Menyembelih nafsu
Sama dengan saat menyembelih hewan. Manusia juga memiliki tiga hal yang buruk jika tidak terkontrol, yaitu nafsu, sifat hewaniyah, dan saytoniyah.

Saat ingin membunuh nafsu kita, jangan terlalu terburu-buru, didiklah nafsu agar memahami hakikat penciptaannya, karena semua adalah mahluk Allah. Juga kita harus menyembelih sifat-sifat hewani seperti halnya kambing dan sapi yang pemalas, atau serigala yang buas.

Ulama ortodok berpendapat bahwa kita harus menyembelih sifat hewan kita, namun ulama lain berpendapat tidak perlu menyembelih, lebih baik nafsu yang ada dalam diri ditarbiyah, di didik. Semoga kita dibebaskan dari sifat hewani dan nafsu buruk kita.

Membunuh sifat kehewanan menggunakan dua hal.
Pertama, pisau yang tajam, yaitu petunjuk ilmu. Kedua, ketenangan atau irysadah. Duduk wirid yang tenang dan nyaman, dzikr yang tawajjuh (fokus dan serius).

🥀

Hati-hati saat mengonsumsi makanan apapun, perlu diperhatikan kehalalannya baik dari proses maupun cara mendapatkannya. Merupakan sifat wara' jika kita bertanya pada penjual 'apakah sudah memiliki sertifikat halal, apakah terbuat dari daging yang halal, dsb'.
Karena makanan adalah faktor utama pembentuk tabiat hati. Dan apabila hati itu rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya.

Mencuci baju meskipun pakai mesin cuci, harus tetap dibilas dengan air mengalir, baru dikeringkan. Pakaian yang najis menjadi salah satu penyebab kualitas  sholat kita yang tidak naik-naik.

Was-was, syak wasangka merupakan alarm dalam tubuh kita yang mengingatkan bahwa ada sesuatu yang belum jelas pada barang tersebut, syubhat, jika ada keraguan sebaiknya ditinggalkan saja. Berbeda dengan was-was yang ditiupkan setan, ini muncul saat kita akan melakukan kebaikan. Contohnya mau jamaah untuk melaksanakan sunnah, tapi takut riya'. Takut riya' ini merupakan bentuk was-was dari setan.


Bagaimana Menghadapi Partner Yang Tidak Komitmen
1. Sabar.
Pasrah dan serahkan urusan kepada Allah dengan berdoa

وَأُفَوِّضُ أَمْرِىٓ إِلَى ٱللَّهِ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ

"Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya." (QS Al-Ghaafir : 44)

2. Menasehati.
Rasulullah saw pernah bersama Umar bin Khattab ra, saat itu beliau memiliki hutang pada seseorang, dan orang tersebut menghardik Rasulullah saw padahal belum jatuh tempo. Umar ra tidak terima, namun Rasulullah saw menenangkannya lantas membayar hutang tersebut dengan melebihkan. Lalu orang tersebut masuk Islam.
Lihat juga, orang tersebut tidak komitmen karena alasan apa, watak kah, motif atau ketidaksengajaan.
3. Bersikap tegas.
4. Doakan.


Wallahu A'lam bisshawaab
RESUME KAJIAN DHUHA KITAB ARBAIN NAWAWI BERSAMA KH. MUHAMMAD DANIAL NAFIS Hafizhahullah
(Via zoom Cloud Meeting 06.45 - 08.45 WIB Rabu 21 Sya'ban 1441 / 15 April 2020)

Resume Kajian Dhuha – Kitab Arbain Nawawi – Hadits Ke-16


#ResumeKajianDhuha #ArbaiinNawawi
✨ [ Hadits Keenam Belas ] ✨
(Larangan Marah)

Matan Hadits

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ, رَوَاهُ البُخَارِي

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari)

Faedah, Tanbih dan Hikmah Hadits

Tentang seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw., ada beberapa pendapat. Ada yang mengatakan bahwa itu adalah Abdullah bin Umar, Abu Darda’ dan Sufyan bin Abdullah asshaqofi. Nama dari sahabat yang bertanya meminta nasihat tidak perlu disebutkan di sini dan tidak mencacati hadits . Di sini ia meminta nasihat, berarti meminta sesuatu yang penting. Para Sahabat ra. senang meminta wasiat dan nasihat, yang artinya sesuatu yang bermanfaat untuk dunia akhirat, untuk dirinya dan orang lain.

Jangan marah memiliki dua arti. Pertama, tidak boleh memunculkan sikap marah. Kedua, menghindari hal-hal yang membuat kita maupun orang lain menjadi marah.

Husnul khuluq (Baik Akhlak), juga berarti menahan amarah. Sahabat dan Rasul saw juga pernah marah, namun tidak berkelanjutan (lebih dari 3 hari) serta hanya untuk tarbiyah dan psychological treatment, memberi efek jera .

Tubuh memiliki empat unsur penyusun, yaitu air, api, tanah dan udara. Marah adalah api, yang jika dikelola dengan baik bisa menjadi energi penyemangat, namun jika dibiarkan akan membakar dan menghanguskan diri sendiri. Air sangat bagus, sejuk dan menentramkan. Tapi jika terlalu banyak akan berbahaya seperti banjir dan air bah, akan menenggelamkan dalam kesedihan dan keputusasaan. Begitupun dengan elemen yang lain, semua harus seimbang.
Api letaknya diotak, jika membakar lebih dari 3 hari bisa mengakibatkan stroke, air di mulut, udara letaknya di hidung dan tanah terletak pada bagian paha kebawa . Saat sujud, semua elemen itu bertumpu, menciptakan keseimbangan. Menundukkan diri, memadamkan api.

Cara menahan amarah menurut Imam Al Ghozali ra. ada dua.
#Pertama dengan ilmu
1. mengingat apa yang Allah Taala dan Rasulullah saw. perintahkan, untuk sabar dan menahan amarah.
2. Memikirkan apa saja akibat yang ditimbulkan jika marah. Bukankah malah akan menambah konflik dan dendam?
3. Apa manfaat bagi diri kita jika marah ?

#kedua, dengan amal
1. Berganti posisi. Saat marah, ketika berdiri duduklah,ketika duduk berbaringlah.
2. Ambil air untuk berwudhu, karena hanya air yang bisa memadamkan api.
3. Dzikir. awali dengan taawudz. Memilih dzikir dengan frekuensi yang menenangkan, seperti istighfar dan sholawat.

Setiap orang memiliki potensi marah, riya’, sum’ah, dan sifat buruk lain, sebagai bahan untuk ujian. Kita harus pandai memanage, bukan menghilangkan, karena marah juga masih dibutuhkan dalam rangka tarbiyah (untuk menasihati, mendidik). Kita harus sadar saat marah, harus terkontrol . Marah laksana api unggun. yang membuatnya makin membara adalah bahan bakar dan angin, disini adalah tugas setan untuk selalu mengipasinya. Itulah mengapa kita disarankan agar selalu memohon perlindungan dari syaitan.

#Tips mengatur amarah
Istighfar sambil olah nafas. Saat melafalkan Astaghfirullaah ; tarik nafas, dan saat melafalkan Al-Azhiim ; hembuskan nafas.

Adapun doa saat mendapatkan tekanan, agar tetap diberikan ketenangan, bacalah QS Ghaafir : 44

وَأُفَوِّضُ أَمْرِىٓ إِلَى ٱللَّهِ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ

“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

#Saat Difitnah
1. Memohon nasihat pada guru
2. Klarifikasi dengan kesadaran, bukan emosi.
Saat difitnah, Sayyidah Aisyah ra sampai didiamkan oleh Rasulullah saw. Namun diamnya ini untuk tarbiyah. agar sayidah aisyah ra. muhasabah.
3. Sabar.
Aisyah ra sampai sakit karena merasa Rasulullah saw. tidak mempercayainya. Rasulullah saw bersabar dengan datangnya petunjuk.
4. Memohon petunjuk kepada Allah.
5. Menanamkan dalam diri bahwa hidup kita bukan untuk manusia, bukan untuk dihormati dll. Namun hidup kita hanya untuk Allah SWT.

Riya’
Adalah menunjukkan amal yang harusnya untuk Allah, namun tercampur dengan kepentingan yang lain. Merasa takut riya’, namun itu merupakan tuntutan pekerjaan tidak mengapa. Niatkan diawal semua untuk Allah. Niat setiap pagi. Kosongkan segala motif selain kepada Allah.

Niatkan kerja sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, sebagai upaya kita menjadi bermanfaat untuk orang lain, dan niatkan ikhtiar untuk mendapat rizki yang halal dan thoyyib untuk keluarga.
Tidak ingin dipandang. Bekerja dengan nilai nilai ketuhanan. Allah yang mengarahkan kita untuk melakukan ini, sehingga saat melakukan nya hakikatnya bukan kita yang melakukan, tapi Allah yang berkehendak. ini cara melatih diri untuk masuk kedalam tauhidul Af’aal (mengesakan segala perbuatan hanya Allah). Daganganmu laku bukan karena marketingku yang bagus, bukan karena presentasi mu yang hebat. Mulut kita saja penuh dosa-dosa. Semua itu datang dari Allah, karena Allah.

Salah pilih teman
Sudah terlanjur curhat ternyata teman kita tidak baik, sehingga takut rahasia kita akan disebarkan. Selama ini kita terlalu takut, terlalu memikirkan mahluk-Nya. Padahal dia hanya tau secuil rahasia kita. Sedangkan Allah? Dan malaikat raqib atid yang selalu mencatat keburukan kita, kita tidak pernah takut jika Allah membuka aib kita.

Sebaiknya, curhat hanya dilakukan pada guru, menceritakan keburukan masalalu maupun kekhawatiran masa depan. Jika terlanjur, berdoa:

اللهم اجبر أمة سيدنا محمد صل الله عليه وسلم،
اللهم استر عيوبنا واغفر لنا ذنوبنا يا رب العالمين.

Allahummajbur ummata sayyidina Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Allahummastur ‘uyubana, waghfir lana , dzunubana, ya rabbal alamin.

“Ya Allah, tamballah (kekurangan) umat baginda Nabi Muhammad saw. Ya Allah, tutupilah aib-aib kami dan ampunilah dosa-dosa kami, wahai Tuhan Pencipta dan Pemelihara semesta alam”.

Memohon ampun dan mohon ditutupnya aib untuk seluruh umat Rasulullah saw termasuk diri kita.

Kelola api kemarahan, harus mendidik sehingga berujung pada kebaikan. Tidak boleh marah berlebihan dan membuat terputusnya rahmat Tuhan. Semoga Allah selalu memberi kita kesabaran dan kemampuan untuk memanage amarah dan keburukan lain dalam diri kita. Aamiin

Wallahu A’lam bisshawaab
RESUME KAJIAN DHUHA KITAB ARBAIN NAWAWI BERSAMA KH. MUHAMMAD DANIAL NAFIS Hafizhahullah
(Via zoom Cloud Meeting 06.40 – 08.45 WIB Selasa 20 Sya’ban 1441 / 14 April 2020)

Haul ke 28 Syekh Abu Fadhl Sayidi


Haul ke 28 , Yuuk bersama Majlis Dzikir wa Tadzkirah via Zoom Meeting, peserta tanpa Batas , Selasa Malam ini , Pukul 20.00 WIB

Oleh Sayyiduna wa Syekhuna Dr عبدالمنعم بن الصديق

Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/81323210684

Meeting ID: 813 2321 0684

Syeikh Dr. Abdul Mun'im bin Abdul Aziz bin Shidiq Al-Ghumari Al-Hasani محمد بن الصديق إدريس الفاسي الفهري محبى العلامة المحدث سيدي عبد المنعم بن الصديق الغماري عبدالمغيث بن الصديق الغماري الزاوية الصديقية الدرقاوية الشاذلية Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation Shiddiqiyah Darqowiyah Syadziliyah Indonesia
Laz Arraudhah lazarpeduli

HUBUNGI KAMI MELALUI WHATSAPP

Contact Us
JATMAN DKI
+62 812-1255-9877
DKI Jakarta, Indonesia