JAM'IYYAH AHLITH THORIQOH AL-MU'TABAROH AN-NAHDLIYYAH

IDAROH WUSTHO

image
Tentang,

SEJARAH SINGKAT JATMAN

Jami’iyyah Ahlith-Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdliyyiah, disingkat menjadi (JATMAN), merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran Thoriqoh Al Mu’tabarah, yang menjadi Badan Otonom Organisasi Nahdlatul Ulama dan merupakan salah satu pilar dari ajaran Islam ala Ahlussunnah Wal Jamaah yang telah dirintis dan dikembangkan oleh para salafusshalihin yang bersumber dari Rasulullah SAW, Malaikat Jibril AS dan petunjuk Allah SWT dengan sanad yang muttasil. Jatman secara khusus bertugas mengawasi thariqoh-thariqoh mu’tabaroh yang berkembang di Indonesia.

JATMAN berazaskan Islam Ala Ahlussunnah wal Jama’ah dengan menganut salah satu dari madzhab 4 : Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali dalam Fiqih, menganut ajaran Al Asy’ariyyah dan Maturidiyah dalam bidang aqidah dan menganut faham Al Khusyairi, Hasan Al Basri, Juned Al Baghdadi dan Al Ghazali dan sesamanya dalam bidang Tasawuf/Thoriqoh.

JATMAN merupakan salah satu Badan Otonom (BANOM) Nahdlatul Ulama diantara 12 Banom lainnya, yang berfungsi melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama pada pengikut Thariqah yang Mu’tabarah di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Nahdlatul Ulama mempunyai 3 (tiga) perangkat organisasi yaitu Lembaga, Lajnah dan Badan otonom. Masing-masing perangkat organisasi mempunyai beberapa organiasi. Lembaga membidangi 16 organisasi, Lajnah membidangi 2 organisasi dan Banom membidangi 12 organisasi.

JATMAN didirikan pada tanggal 20 Robi’ul Awal 1377 H, bertepatan dengan tanggal 10 Oktober 1957 M, di Ponpes Tegalrejo Magelang, Jawa Timur, dan disahkan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama XXVI di Semarang, bulan Rajab 1399 H, bertepatan dengan bulan Juni 1979 M, sebagai Badan Otonom Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, dengan Surat Keputusan PBNU Nomor : 137/Syur.PB/V/1980.

SUSUNAN PENGURUS JATMAN DKI JAKARTA

Masa Hitmah 2017-2022



VISI DAN MISI

(Vision And Mission)

Visi Jatman adalah:

Berkumpulnya Pengamal Thariqah berhaluan Ahlusunnah wal Jamaah dengan menganut salah satu dari 4 madzab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali) dalam bidang Fiqih dan menganut ajaran Asy’ariyah dalam bidang Aqidah.



Misi Jatman adalah:

1. Membentuk manusia seutuhnya lahir dan batin yang dapat mengembangkan serta merasa dilihat oleh Allah atas dirinya sehingga memiliki rasa al-Khauf; ar-Raja; as-Shidiq, al-Mahabbah, al-Wara’; az-Zuhud, as-Syukur, as- Shabar, al-Khaya’ dan al-Khusu’ (tidak semata-mata bentuk amaliah bacaan atau dzikir untuk mencari pahala).

2. Mengucapkan berlakunya syariat Islam ala Ahlussunah wal Jamaah secara konsisten dalam bidang Syariah, Thariqah, Hakikat dan Ma’rifat.

3. Menyebar luaskan dan mengembangkan ajaran Thariqah al-Mu’tabarah al-Nadhliyah melalui kegiatan khususiyah, thariqiyah/tawajjuhan

4. Meningkatkan, mengembangkan, mempercepat, mempergiat dan memelihara ukhuwah Thariqiyah Nahdliyah sesame pengamal tarekat melalui sikap taysamuh antara aliran tarekat.

5. Meningkatkan ilmu nafi’ dana mal saleh dohir dan batin menurut ukama’ shalihin dengan bai’at yang shahih.

Kegiatan

(Poster Kegiatan)


Girl in a jacket Girl in a jacket

JARINGAN JATMAN DKI JAKARTA

TQN INDRAMAYU
TQN INDRAMAYU

KAPUK CENGKARENG JAKARTA BARAT

Girl in a jacket
ZAWIYAH ARRAUDHAH

Jl. Tebet Barat VIII No. 50 Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Girl in a jacket
Naqshbandiyya Nazimiyya

Jalan Warung Jati Barat No.9C RT.012/09 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan 12740

Girl in a jacket
Naqsyabandie Generation

Girl in a jacket
Pesantren Akmaliah Salafiyah

Jl. Akmaliah No.9, RT.6/RW.2, Klp. Dua Wetan, Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13730

Girl in a jacket
Tarekat Syadziliyah Darqawiyyah

Berita Kegiatan JatmanDKI

Suluk Ramadan Thariqah Qadiriyah wa Syadziliyah, Lafalkan Tahlil 100.000 Kali untuk Hidupkan Hati

 


Ikhwan Thariqah Syadziliyah wa Qadiriyah bersama-sama melaksanakan Suluk pada 21-27 Ramadan dibimbing langsung oleh Khadim Zawiyah Arraudhah, Syekh M. Danial Nafis.

Suluk tersebut dilaksanakan di Villa Zawiyah Arraudhah, Kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.


Dalam kegiatan tersebut para peserta suluk diberikan amalan umelafalkan tahlil sebanyak 100.000 kali dalam satu kali duduk.


Kalimat tahlil dengan lafal "Laa ilaha illallah" sendiri memiliki keutamaan yang sangat banyak bahkan kalimat tersebut merupakan kalimat yang paling baik.


Rasulullah Saw bersabda,


وَأَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ


“Sebaik-baiknya sesuatu yang aku ucapkan dan para nabi sebelumku yaitu kalimat Laa ilaha Illahu wahdahu laa syarika lahu”.


Syekh Nafis yang juga Mudir Markas Al-Jailani Asia Tenggara menyampaikan bahwa tujuan suluk dengan membaca tahlil sebanyak 100.000 kali akan menghidupkan hati serta merasakan kehadiran Allah Swt.


“Tujuan suluk tahlil 100.000 adalah untuk menghidupkan hati, sehingga akhirnya bisa merasakan kehadiran Allah Swt, Sifat-sifat-Nya dan Perbuatan-Nya,” kata Syekh Nafis menjelaskan kepada Jamaah Suluk.


Selain itu juga, kata Kiai Nafis kalimat tahlil merupakan kalimat thayyibah yang telah disinggung oleh Allah Swt dalam surat Ibrahim ayat 24.


أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ


“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,” (Qs. Ibrahim :24).


“Kalimat tahlil ibarat pohon yang rindang dan kuat akarnya, yang bisa untuk berteduh (membuat nyaman) orang di sekitarnya, begitu pun orang yang sudah merasuk kalimat tahlilnya ke badan, anggota tubuh dan aliran darahnya maka ia bisa menjadi tempat berteduh yang membuat orang di sekelilingnya,” kata Syekh Nafis.


Sabar bukan hanya ditimpa musibah saja, tapi kita belajar bagaiamana sabar dalam sholat, sabar dalam puasa dan sabar dalam wirid. Karena semua hakikatnya adalah ujian dari Allah.


"Pujian dan cacian tak akan mempengaruhi kejiwaan/keadaan psikologismu jika kau yakini semua pujian dan cacian murni ujian dari Allah, kamu yang dipuji di hari ini belum tentu bisa menjadi terbaik di hari esok. Begitupun kamu yang sedang dicaci dan dihinakan manusia di hari ini, belum tentu kamu akan terpuruk di hari esok," jelas Syekh Nafis.


Kemudian lanjutnya seperti halnya bola basket, orang yang ingin dinaikan derajatnya maka harus siap untuk disudutkan, dipojokkan, dijatuhkan untuk melambung ke derajat yang lebih tinggi.


Tapi masih banyak dari kita yang belum sadar maksud kehendak Allah, pikiran kita masih berkutat pada apa yang di depan mata (seperti pekerjaan) sehingga lupa diri bahwa Allah lah yang menggerakkanmu, Allah lah yang mengaturmu.


"Belajarlah dan rasakanlah getaran cahaya ketika kamu bertahlil, entah di titik ke berapa. Sehingga saat itu kamu benar-benar meyakini bukan sekedar taklid bahwa Tiada Tuhan Selain Allah. Penting sekali untuk memperbanyak tahlil, bahkan sekalipun dirimu dikatakan sebagai orang yang gila (gila terhadap Allah). Karena kalimat yang menjadi penentu akhir hayat kita, dan sebagai kesempatan kita untuk memasuki bentengnya Allah," nasehat Syekh Nafis.


Kalimat tahlil ibarat pohon yang rindang dan kuat akarnya, yang bisa untuk berteduh (membuat nyaman) orang disekitarnya, begitupun orang yang sudah merasuk kalimat tahlilnya ke badan, anggota tubuh dan aliran darahnya maka ia bisa menjadi tempat berteduh yang membuat orang disekelilingnya. 


Membangun itu memang berat dan sulit, sedangkan menghancurkan sangat mudah. Apa yang sudah kalian bangun selama disini jangan mudah kalian hancurkan dengan berkumpul di circle (kelompok) yang tidak diridhoi Allah. Untuk itu rawat tahlil kita, dengan cara istiqomah membaca wirid asasi.


"Saya ingatkan untuk terus berkumpul dengan para orang sholih, karena pertolongan Allah (Yadullah) beserta orang-orang yang berjamaah. Mungkin sulit bagimu untuk mengamalkan tahlil 100.000 dengan keadaan sendiri, sekarang dengan berjamaah kamu diberi kemudahan oleh Allah untuk bisa menyebut asmaNya sebanyak itu, bisa sholat tasbih istiqomah selama disini yang saya harap bisa terus dilanjutkan," tambahnya lagi


Syekh Nafis menyerukan mengajak ikhwan yang lain, bisa ikut suluk akhir ramadan di tahun depan. Mulai belajar berbicara, kepada atasan dan istri selama 350 hari saya bisa menemanimu, izinkan saya 10 hari untuk kepentingan diri saya mengenal Allah. Sadari, rasakan, syukuri maka kamu akan diberikan nikmat yang lebih oleh Allah. 


"Yang banyak syukurnya, bukan menjadi sombong ketika kamu sudah berhasil menuntaskan tahlil 100.000. Hore, saya sudah tahlil 100.000 kali. Harusnya kamu menangis, sujud dan bersyukur. Telah digerakkan Allah untuk bisa menyebut asmaNya, merasakan getaran tahlil. Sadar diri bahwa mengucapkan tahlil itu berat sekali, orang sekaya Bill Gates pun tidak mampu untuk mengucapkannya," jelasnya.


Syekh Nafis mengajak peserta untuk mulai belajar dari sekarang beradab dengan Allah (mutaaddiban), dari segi pakaian (bisa membedakan mana yang layak untuk menghadapnya), memakai wangi-wangian, menghayati makna dari ayat yang dibaca. Dalam sirrul asror ada istilah sedekah ruhani, seperti menyedekahkan harta dengan niat "Ya Allah dengan sedekah ini, semoga engkau sadarkan Mbak A yang melacur (berikan taubat baginya). Ya Allah dengan sedekah ini, berikanlah kesadaran bagi si A yang ahli maksiat, dan sebagainya.


"Pentingnya sholat kaffarotul baul, karena susah bagi kita untuk menjaga kesucian ketika beristinja di tempat umum (kecipratan atau netes yang tidak kita sadari). Belajar meridhoi segala sesuatu yang diberikan Allah, banyak dari kita yang lalai terhadap nikmat yang lalu sehingga tidak bisa mensyukuri nikmat yang kita terima pada hari ini. Sekarang makan tahu tempe tetapi berharap yang lain, padahal kemarin makan daging dan sebagainya," nasehat Syekh Nafis.


Sebagai informasi, Thorioqoh Qodiriyah wa Syadziliyah menggelar kegiatan rutin di setiap akhir Bulan Suci Ramadhan.


Para Jamaah melakukan i'tikaf dan membaca Tahlil sebanyak 100.000 kali. Mereka juga melakukan ibadah qiyamul lail dengan khotmul quran, khotmul dalail khayraat dan melakukan khidmah kepada fakir miskin dengan berbagi peket kebaikan bersama Lembaga Amil Zakat Arraudhah.







YKMI: Sesuai Putusan MA, Pemerintah Wajib Sediakan Vaksin Halal untuk Pemudik

 


 Kuasa Hukum Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) mengatakan pemerintah wajib menyediakan vaksin halal untuk masyarakat sesuai putusan Mahkamah Agung (MA).

“Putusan ini merupakan jaminan hukum bagi umat Islam untuk mendapatkan vaksin halal, ini anugerah besar di bulan Ramadhan,” kata kuasa hukum YMKI Ahsani Taqwim Siregar dihubungi di Jakarta, Rabu malam.

MA telah mengabulkan permohonan hak uji materil yang diajukan YMKI atas Pasal 2 Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 Tentang Pengadaan Vaksin dan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Putusan Majelis Hakim Agung itu teregister dengan nomor perkara 31P/HUM/2022 dengan susunan Majelis Hakim Agung yakni Prof Supandi sebagai Hakim Ketua, Is Sudaryono dan Yodi Martono sebagai Hakim Anggota.

“Jika masih ada pemberian vaksin yang tidak halal, setelah adanya putusan MA ini, maka kami akan menuntut dan melaporkan secara pidana atas pelanggaran hukum tersebut,” katanya menegaskan.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif YKMI Fat Haryanto mengatakan dengan adanya putusan MA itu, maka tidak ada lagi multi tafsir. Ini merupakan aturan yang wajib dipatuhi pemerintah untuk menyediakan vaksin halal.

“Hanya satu tafsir bahwa pemerintah wajib memberikan vaksin boster yang halal kepada pemudik, karena vaksinnya tersedia,” katanya.

Sebagaimana dalam amar putusan Nomor 31 P/HUM/2022 Mahkamah Agung RI menyatakan Pasal 2 Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 Tentang Pengadaan Vaksin dan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19 bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu ketentuan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

“Pemerintah (Menteri Kesehatan, Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan), wajib memberikan perlindungan dan jaminan tentang kehalalan jenis Vaksin COVID-19 yang ditetapkan untuk pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di wilayah Indonesia,” bunyi salinan putusan MA itu.

Selain itu MA menyatakan Pasal 2 Peraturan Presiden tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai: “Pemerintah (Menteri Kesehatan, Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dan
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan), wajib memberikan perlindungan dan jaminan tentang kehalalan jenis Vaksin COVID-19 yang ditetapkan untuk pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di wilayah Indonesia”.

 

MA Kabulkan Gugatan YKMI Atas Uji Materil Tentang Vaksin Halal

 


 Mahkamah Agung Republik Indonesia mengabulkan permohonan hak uji materil yang diajukan Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) atas Pasal 2 Peraturan Presiden No. 99 Tahun 2020 Tentang Pengadaan Vaksin dan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Putusan Majelis Hakim Agung itu teregister dengan nomor perkara 31P/HUM/2022 dengan susunan Majelis Hakim Agung yakni Prof. Dr. Supandi, SH, M.Hum (Hakim Ketua), Is Sudaryono, SH, MH, dan Dr. H. Yodi Martono, SH, MH (Hakim anggota). Dalam putusan yang dibacakan pada hari Kamis (14/04/2022) lalu, MA memutuskan mengabulkan secara bulat gugatan YKMI tersebut.

Sebelumnya, YKMI melalui kuasa hukumnya dari Daar Afkar & Co. Law Firm, yakni Amir Hasan, SH, MH dan Ahsani Taqwim Siregar, SH, mengajukan permohonan hak uji materil atas berlakunya Pasal 2 PP No. 99 Tahun 2020. Dalam PP tersebut, disebutkan bahwa “Pemerintah menetapkan jenis dan jumlah Vaksin Covid-19 yang diperlukan untuk pelaksanaan Vaksinasi Covid-19”.

Dijelaskan Amir Hasan, atas berlakunya ketentuan dalam PP tersebut, pemerintah menetapkan segala jenis vaksin yang dipergunakan di wilayah Indonesia. “Ketentuan itu bertentangan dengan UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, UU No. 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundangan dan PP No. 31 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal,” ujarnya.

Dalam petitumnya, YKMI sebenarnya mengajukan uji tafsir atas berlakunya Pasal 2 Perpres tersebut. “Kami meminta tafsir resmi bahwa ketentuan Pasal 2 Peraturan Presiden tersebut telah bertentangan dengan ketiga UU tersebut, yang kemudian dikabulkan oleh MA,” tambah Ahsani Siegar, SH, kuasa hukum YKMI lainnya.

Ditambahkan Amir Hasan lagi, uji tafsir yang dimohonkan tersebut bahwa pemerintah wajib menyediakan kehalalan jenis vaksin yang dilaksanakan untuk program vaksinasi Covid-19. “Dan itu dikabulkan seluruhnya oleh Majelis Hakim Agung,” tandasnya. Maknanya, sambungnya lagi, ketentuan Pasal 2 Perpres No. 99 Tahun 2020 tersebut, harus dimaknai bahwa pemerintah wajib menyediakan vaksin halal bagi umat Islam dalam melaksanakan program vaksinasi Covid-19.

“Itu bersifat mutlak dan wajib, setelah adanya Putusan MA tersebut,” ujar Amir.

Ditegaskan Ahsani Siregar, SH, Putusan MA ini berlaku mengikat bagi pemerintah untuk wajib menyediakan vaksin halal, tanpa alasan apapun. “Putusan ini merupakan jaminan hukum bagi umat Islam untuk mendapatkan vaksin halal, ini anugerah besar di bulan Ramadhan ini,” tukasnya.

Maka, ujarnya lagi, tidak boleh lagi pemerintah memberikan vaksin yang tidak halal kepada umat Islam. “Jika masih ada pemberian vaksin yang tidak halal, setelah adanya putusan MA ini, maka kami akan menuntut dan melaporkan secara pidana atas pelanggaran hukum tersebut,” tegasnya. Karena, tambahnya lagi, Perpres No. 99 Tahun 2020 tersebut bertentangan dengan UU Jaminan Produk Halal dan PP No. 31 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU JPH.

“Perpres itu bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi,” terang advokat asal Nusa Tenggara Barat itu lagi.

Dampak dari munculnya Perpres tersebut, maka pemberian vaksin dilakukan tanpa mengindahkan kehalalannya. “Ini merugikan hak-hak hukum umat Islam, yang dijamin kebebasannya dalam menjalankan ibadah menurut agamanya di negara Indonesia,” tambahnya lagi.

“Padahal amanat UU JPH memerintahkan bahwa setiap produk yang beredar di wilayah Indonesia, wajib bersertifikat halal, sementara vaksin yang didasari oleh Perpres tersebut, tidak semuanya bersertifikat halal,” paparnya lagi.

Ahmad Himawan, Ketua Umum YKMI berkomentar, selama ini pemerintah cenderung mengabaikan keberadaan vaksin halal bagi umat Islam. “YKMI telah berjuang untuk vaksin halal ini, demi membela hak-hak hukum umat Islam, karena intinya kita setuju dengan program vaksinasi dan mendukung, tapi harus disediakan vaksin halal bagi umat Islam,” tandasnya.

Selama ini, sambungnya, jenis vaksin yang diberikan kepada umat Islam, ada yang mengandung tripsin babi dan bahkan ada yang tidak memiliki sertifikat halal. “Ini jelas merugikan kaum muslimin sebagai warga negara mayoritas di Negara Indonesia,” ujar Himawan. Oleh karena itulah, tegasnya lagi, YKMI mendesak agar pemerintah wajib menyediakan vaksin halal yang diperuntukkan bagi kaum muslimin.

Dalam program vaksin tahap ketiga (booster) misalnya, terang Himawan, pemerintah c.q Dirjen P2P Kemenkes malah menerbitkan Surat Edaran yang menentukan jenis vaksin yang sama sekali tidak halal.

“Itu bentuk turunan dari terbitnya Perpres yang kita uji materil tersebut, kini MA telah menetapkan bahwa jenis vaksin yang dipergunakan harus dijamin kehalalannya, artinya tidak boleh lagi vaksin yang tidak halal diberikan kepada umat Islam,” katanya penuh semangat.

Yang jelas, Himawan lagi, Putusan MA ini merupakan aturan yang wajib dipatuhi pemerintah untuk menyediakan vaksin halal. “Ini harus dipatuhi, demi keharmonisasi kehidupan ketatanegaraan Indonesia dan terjaminnya hak-hak hukum umat Islam secara menyeluruh,” tegasnya.

Sekretaris Eksekutif YKMI, Fat Haryanto Lisda menambahkan putusan MA ini membuat pemerintah harus merumuskan ulang kebijakan mewajibkan booster untuk keperluan mudik. Pasalnya, diantara vaksin booster yang diumumkan pemerintah, tidak ada satupun vaksin booster yang mengantongi sertifikasi halal.

“Dengan putusan MA ini, tidak ada lagi multi tafsir, hanya satu tafsir : pemerintah Wajib memberikan vaksin boster yang Halal kepada pemudik, toh Vaksin nya ready dan siap, jadi sudah tidak ada alasan pemerintah mangkir, Tafsir Hukum dari MA sdh clear, Barang Vaksin Halal nya Tersedia , apa lagi alasan Pemerintah ? kok masih kasih yang Haram ?,” ujarnya.

Amir Hasan mengatakan pemerintah harus segera menjalankan penuh putusan MA yang sudah diketuk ini. Menurutnya, akan muncul banyak konsekuensi hukum jika pemerintah mengabaikan putusan tersebut.

“Jika terjadi pengabaian atas putusan MA ini, maka kami akan mengajukan tuntutan baik secara pidana dan perdata, dan merupakan pelanggaran terhadap HAM, dan kami akan mengadukan juga ke Mahkamah Internasional,” tegas Amir Hasan.

 

Rois JATMAN DKI: Hati-Hati dengan Ajaran Sesat Mengatasnamakan Tarekat

 


Rois Idaroh Wustho JATMAN DKI Jakarta KH. Hamdan Rasyid, menjelaskan pentingnya pengurus Idaroh Syu’biyah JATMAN untuk ambil peran menjelaskan kepada masyarakat tentang apa itu tarekat yang patut diikuti.

“Yaitu diantaranya tarekat para masyayikh yang sudah ternama sejak dahulu dan telah dipastikan memiliki sanad yang bersambung sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” kata Kiai Hamdan dalam acara bertajuk Konsolidasi JATMAN DKI Jakarta dalam Melindungi Umat dari Ajaran/Tarekat Sesat, Ahad (10/4) di Majelis Dzikir Al-Mardhiyah, Idarah Syu’biyah JATMAN, Jl Palmerah Barat, Jakarta Barat.

“Inilah tarekat-tarekat yang mu’tabar,  yang telah divalidasi keabsahan sanadnya berikut keabsahan ajarannya.” ungkap Kiai Hamdan.

Kiai Hamdan juga menegaskan agar berhati-hati dengan ajaran-ajaran yang diselubungkan ke dalam nama-nama tarekat padahal sebenarnya adalah ajaran kebathinan dan klenik perdukunan yang menyesatkan, yang salah satu gambarannya adalah meninggalkan sebagian syari’at Islam.

“Tentunya tarekat yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta ajaran ahlus sunnah wal jama’ah harus kita tolak, beri pengertian pada masyarakat agar jangan diikuti.” jelas Kiai Hamdan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kiai Hamdan sebagai jawaban atas pertanyaan salah satu hadirin terkait viralnya ajaran tarekat dari seorang penceramah muda dan gurunya yang mengaku sebagai Al-Mahdi dan ajaran-ajaran menyimpang lainnya yang dianggap meresahkan masyarakat.

Selain itu, Wakil Rois Tsalits Idaroh Wustho JATMAN DKI Jakarta Ustadz H. Fery Rahmawan menambahkan, cara untuk mengetahui apakah suatu tarekat mu’tabaroh atau tidak, selain ajarannya harus sesuai dengan Al-Qur’an dan As-sunnah juga perlu diteliti sanad dan literatur tasawuf yang digunakan.

“Pertama, dilihat apakah ajarannya bertentangan dengan syariat. Kemudian terkait sanad dan buku-buku dars (ajaran) untuk kemudian dapat dirujuk kembali keabsahan dari tarekat tersebut. Dan tentu yang memverifikasi hal ini adalah para ulama sepuh NU.” kata Ustadz Ferry.

Ustadz Ferry juga mengungkapkan bahwa Idaroh Wustho JATMAN DKI Jakarta beberapa bulan terakhir telah menghadiri beberapa pertemuan seperti Bahtsul Masail Thoriqiyah dan Muktamar yang diselenggarakan Idaroh ‘Aliyah yang pertama di Madura dan yang kedua di Bengkulu.

“Kami telah menyampaikan kepada Idaroh Aliyah terkait acuan thoriqoh mana yang mu’tabaroh dan mana yang tidak dan bagaimana kita menyikapinya. Namun sampai saat ini belum ada jawaban. Itu barangkali yang menjadi permasalahan kita saat ini sehingga kita hanya bisa memverifikasi tanpa bisa menyikapi jika ada tarekat yang menyimpang” ungkap Ustadz Ferry.

JATMAN DKI Gelar Buka Bersama dan Konsolidasi Syu’biyah

 


Idaroh Wustho Jam’iyyah Ahlu At-Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) DKI Jakarta menggelar Konsolidasi dan buka puasa bersama Pengurus Idaroh Wushto JATMAN DKI Jakarta dan Pengurus tingkat Syu’biyah se-DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Mudir Idaroh Wustho JATMAN DKI Jakarta KH. Muhammad Danial Nafis, mengingatkan pengurus Syu’biyah berperan aktif dalam acara-acara keislaman yang bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan thoriqoh ke masyarakat.

“Yaitu melalui majelis-majelis dzikir, dengan membaca Al -Qur’an dan sholawatan semisal Qashidah Burdah, maulid atau yang lainnya.” kata Kiai Nafis dalam acara bertajuk Konsolidasi JATMAN DKI Jakarta dalam Melindungi Umat dari Ajaran/Tarekat Sesat, Ahad (10/4) di Majelis Dzikir Al-Mardhiyah, Idarah Syu’biyah JATMAN Jakarta Barat.

Kiai Nafis juga mengajak para pengurus JATMAN agar menjadikan majelis dzikir sebagai simbol syi’ar kethariqahan dan ta’lim ke thariqahan dan akhlak bagi masyarakat.

Selain itu, Kiai Nafis mengingatkan agar para pengurus JATMAN di tingkat Wustho maupun Syu’biyah turut merapatkan barisan dalam menjawab perkara-perkara aneh yang mencoreng nama thariqah yang benar; yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Sebab, ketika kasyaf bertentangan dengan Kitabullah (Al-Qur’an) dan As-Sunnah, maka yang harus dikedepankan adalah berpegang pada Al- Qur’an dan As-Sunnah, kesampingkan kasyaf yang datang.” jelas Kiai Nafis.

Acara Konsolidasi yang digelar JATMAN DKI Jakarta bekerja sama dengan Syu’biyah se-DKI jakarta itu merupakan ajang silaturahim para Mursyid, muqoddam, wakil talkin, badal dan para pengamal thoriqoh mu’tabarah serta pengurus JATMAN Idaroh Syu’biyah se-DKI Jakarta dan juga sebagai upaya JATMAN DKI dalam mengedukasi dan menjawab keresahan umat dari menyebarnya ajaran-ajaran sesat yang mengatasnamakan majelis tarekat dan tasawuf akhir-akhir ini.

JATMAN DKI Lantik Pengurus Idaroh Syu’biyah se-DKI Jakarta

 


 JAKARTA - Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdhliyah (JATMAN), organisasi Badan Otonom di bawah PBNU yang bergerak dalam bidang kethoriqohan, melantik Idarah Syu’biyah (Pengurus Tingkat Cabang) Se-DKI Jakarta untuk masa Khidmat 2021-2025.

Pelantikan kepengurusan JATMAN di tingkat kabupaten/kodya tersebut digelar dalam rangkaian peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H yang diselenggarakan di Zawiyah Arraudhah, Tebet, Jakarta Selatan.

Mudir JATMAN Idarah Wustho DKI Jakarta sekaligus Khadim Zawiyah Arraudhah, KH. Muhammad Danial Nafis menyampaikan pesan saat pembukaan bahwa JATMAN memiliki tugas yang sangat penting terhadap masyarakat terkait Thoriqah.

“Kita memiliki tugas yang sangat penting yaitu memberikan penerangan kepada masyarakat terkait dengan Thoriqoh,” ucapnya sebelum pelantikan, Selasa, 1 Maret 2022.

Selain itu, dia juga berharap para pengurus JATMAN tidak hanya mensyiarkan dzikir semata namun juga harus mensyiarkan ilmu, karena menurut beliau saat ini banyak bermunculan orang dan kelompok yang memakai baju tasawuf atau toriqoh namun bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Lawan kita adalah kebodohan, ahlu thoriqoh harus menjadi ahli ilmu, karena ilmu itu ada dua; ilmu dzahir dan ilmu bathin, segala sesuatu harus dibarengi dengan ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Keseimbangan dalam kesadaran itulah yang menjadi misi bersama dari JATMAN Idaroh Wustho DKI Jakarta.”


 

 

HUBUNGI KAMI MELALUI WHATSAPP

Contact Us
JATMAN DKI
+62 812-1255-9877
DKI Jakarta, Indonesia